PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Senin, 15 Oktober 2012

6 Penyakit yang Sering Di Sorot Media

Akibat gaya hidup atau perubahan kondisi lingkungan yang tak menentu, belakangan semakin banyak bermunculan penyakit-penyakit baru dan ganas yang menyerang banyak orang. Tapi ada juga penyakit lama yang tak bisa diremehkan karena tingkat keparahannya semakin tinggi dan makin banyak menjatuhkan korban.

Namun seperti dilansir dari huffingtonpost, Senin (15/10/2012), baru-baru ini HighBeam Research menggelar sebuah studi untuk mengetahui penyakit mematikan apa saja yang paling banyak disorot media selama setahun belakangan. Lalu seberapa banyak sorotan media terhadap keenam penyebab kematian itu? Simak paparannya di bawah ini.

1. Kanker
Ini dia penyakit yang paling banyak disorot media. Tahun lalu media memberikan porsi sorotan sebesar 41,1 persen pada penyakit ini. Kendati begitu, kanker merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung.

2. Penyakit cerebrovaskular
Meski penyakit cerebrovaskular atau gangguan pada pembuluh darah yang terhubung ke otak seperti halnya stroke hanya menempati posisi ke-4 sebagai penyebab kematian tertinggi tapi media memberikan sorotan pada penyakit ini sebanyak 18,9 persen.


3. Penyakit jantung

Ini dia momoknya penyakit mematikan karena memegang rekor sebagai penyakit yang paling banyak menjatuhkan korban. Namun tahun lalu penyakit jantung hanya memperoleh sorotan media sebesar 16,3 persen.

4. Penyakit saluran pernafasan kronis
Penyakit jenis ini merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga dan pada tahun lalu memperoleh sorotan media sebesar 12,6 persen.

5. Diabetes
Diabetes dikatakan sebagai penyebab kematian tertinggi keenam dan menerima sorotan media sebanyak 10,6 persen pada 2010.

6. Penyakit Alzheimer
Penyakit yang dikatakan sebagai penyebab kematian tertinggi kelima ini mendapatkan sorotan media sebanyak 0,003 persen pada tahun lalu.

Secara khusus, Centers for Disease Control and Prevention pun mengungkapkan 10 penyebab kematian teratas pada tahun 2009, diantaranya:

1. Penyakit jantung (penyebab kematian 599.413 orang)
2. Kanker (penyebab kematian 567.628 orang)
3. Penyakit saluran pernafasan kronis (penyebab kematian 137.353 orang)
4. Stroke atau penyakit cerebrovaskular (penyebab kematian 128.842 orang)
5. Kecelakaan (penyebab kematian 118.021 orang)
6. Penyakit Alzheimer (penyebab kematian 79.003 orang)
7. Diabetes (penyebab kematian 68.705 orang)
8. Flu dan pneumonia (penyebab kematian 53.692 orang)
9. Nefritis/sindrom nefrotik/nefrosis/radang ginjal (penyebab kematian 48.935 orang)
10. Bunuh diri (penyebab kematian 36.909 orang)

Namun dalam analisis media di atas, kecelakaan dan bunuh diri tidak dimasukkan ke dalam daftar penyebab kematian tertinggi karena tidak termasuk ke dalam penyakit.

sumber: detik.com
Baca Selengkapnya...

Empat Makanan yang Membuat Ngantuk

Makanan adalah sumber energi, tapi beberapa di antaranya justru bisa menyerap energi dan membuat kita mengantuk. Cari tahu makanan apa saja yang membuat seseorang mengantuk. Dikutip dari Fitsugar, berikut ini makanan yang membuat Anda tidak bisa berhenti menguap.

1. Makanan Berlemak
Teorinya sederhana, lemak lebih susah dicerna. Organ pencernaan membutuhkan waktu 6 hingga 8 jam untuk mencernanya, oleh karena itu jika tubuh tidak punya persediaan energi yang lain kemungkinan Anda akan merasa lemas dan mengantuk. Makanan berlemak juga diketahui bisa menyebabkan kemampuan mengingat berkurang.

2. Minuman Berenergi

Minuman khusus seperti ini biasanya mangandung gula tinggi dan juga kafein. Beberapa lama setelah minum, gula darah kembali turun dan menyebabkan kehausan dan tenaga kosong. Lebih baik konsumsi air putih jika lain kali kehausan daripada minum minuman penambah energi tapi jadi malas dan mengantuk.

3. Sarapan dengan Makanan Manis

Gula dan karbohidrat sederhana mungkin bisa meningkatkan energi, tapi bisa menurunkannya juga dengan cepat. Penurunan gula dalam darah yang terlalu drastis mengakibatkan tubuh lemas dan sering menguap guna mendapatkan oksigen lebih banyak untuk pembakaran energi. Hindari makanan manis seperti donat atau kue-kue manis lainnya karena bisa menurunkan produksi zat kimia dalam otak yang berfungsi membuatnya tetap 'menyala'.

4. Makanan Rendah Zat Besi

Zat besi adalah zat pembangun energi dan kalori. Anda akan merasa lelah jika kekurangan zat tersebut. Konsumsi paha ayam lebih baik dalam meningkatkan zat besi ketimbang bagian dadanya. Daging merah juga tinggi zat besi tapi lebih banyak kolesterol. Labu juga diketahui mengandung zat besi tinggi yang bisa dimakan sebagai camilan di sore hari.

sumber : wolipop
Baca Selengkapnya...

Template by:

Free Blog Templates